Keluarga Risky Ahmad Gelar Acara Ritual Penyembuhan Selama 7 Hari

PALANGKA RAYA, Limadetik.com — Keluarga Risky Ahmad Seorang warga Jl. Mendawai I, Gg. Sion, kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, yang beberapa hari lalu dipatok ular King Cobra piaraannya sendiri, menggelar acara ritual penyembuhan terhadap korban selama 7 hari kedepan. Kini muncul kabar baik dari pihak keluarga jika Risky Ahmad saat ini kondisinya mulai membaik, di tempat kediaman pamannya Jl. Tjilik Riwut Km 6 seberang SPBU Jl. Danau Rangas, Rabu (11/7/18) Pukul 16:30 WIB.

Upaya penyembuhan Risky Ahmad (16) tahun yang meninggal dunia setelah digigit ular King Cobra miliknya, hingga saat ini masih dilakukan ritual penyembuhan.
Anak laki-laki ini dinyatakan sudah tidak bernyawa setelah dirawat satu hari satu malam di RSUD Doris Sylvanus, karena racun ular King Cobra yang sangat berbisa sudah merusak pembuluh darah dan organ tubuhnya, sehingga secara medis sudah dinyatakan meninggal dunia, Senin (9/7/2018) oleh pihak rumah sakit.

“Jenazah tak langsung dimakamkan Keluarga Korban, karena merasa Risky hanya mengalami mati suri, pada saat ingin dimandikan, tubuhnya hangat dan mengeluarkan keringat, sehingga acara untuk memandikan Jenazah dan penguburannya pun dibatalkan” ucap pihak keluarga korban.

Keluarga Korban berusaha melakukan ritual untuk menghidupkan kembali Risky Ahmad yang telah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RS Doris Sylvanus Palangkaraya dengan meminta bantuan pawang ular hingga beberapa orang.

Saat ini kondisi Risky belum ada tanda-tanda siuman, meskipun menurut Pawang ular yang membantu ritual, Sumiati, urat nadi Risky sempat berdenyut dan ada kotoran keluar dari dubur Risky. Faktanya, tubuh korban sekarang ini mulai membaik meskipun tetap terbujur kaku, dan sama sekali tidak ada gerakan apapun sehari setelah pelaksanaan ritual yang dilakukan oleh sejumlah pawang ular yang ingin membantu penyembuhan korban.

“Saya mendapat permintaan dari orang ghaib yang ada di dalam tempat ritual dilakukan, bahwa penyembuhan Risky harus dilakukan selama seminggu dengan menempatkan ular King Cobra tidur bersama Risky dalam kelambu, semoga kondisinya bisa kembali normal,” ujarnya salah satu pawang yang berasal dari Banyuwangi.

Warga Kalteng pun masih dibuat bingung dengan beredarnya kabar di Media Sosial bahwa Risky Ahmad sudah siuman dan bisa makan. Faktanya, di TKP Jenazah Risky masih tetap dalam kondisi terbaring.

Ketua Umum LSR-LPMT Kalimantan Tengah (Kalteng), saat diwawancarai awak media mengatakan, “terkait dengan kondisi badan Risky Ahmad saat ini Alhamdulillah agak membaik, seandainya anak ini sudah meninggal dunia pastinya badan Risky selama 3 hari ini akan ada perubahan dan mengeluarkan bau bangkai, akan tetapi saat ini tidak ada aroma yang keluar dari badannya,” ucap Ketum LSR-LPMT Kalteng.

Ia juga menambahkan. Bagi warga/masyarakat Kalimantan Tengah maupun dari luar, kalau memang ada yang bisa untuk melakukan pengobatan atau penyembuhan Risky Ahmad silahkan.

“Yang pasti kita akan terus menerima pawang ular darimanapun selagi itu tidak ada embel-embel di belakangnya nanti untuk meminta mahar, karena melihat keluarga Risky Ahmad ini terbilang orang yang tidak mampu,” tuturnya.

Agatisansyah Himbau khususnya kepada warga atau masyarakat Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), agar tidak membikin status hoax di akun facebook atau media sosial, memberi keterangan yang tidak jelas.

“Dan bohong itu nantinya akan diminta pertanggung jawabannya, maka dari itu saya harapkan bagi pengguna media sosial agar tidak membikin status hoax,” pungkasnya. (Ris/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here