Musim Haji dan Haji Mabrur

LIMADETIK,com, OLEH: WAHYUDI

Haji adalah bulan yang dinanti oleh ummat muslim sedunia, sebuah kebanggan bagi setiap jiwa muslim dan muslimat diseluruh belahan dunia ini, ketika musim ini tiba, gegap kelakar gempita dan kebahagiaan pun nampak menyinari wajah-wajah kaum muslimin.

Rasanya sebulan yang lalu para tamu Allah ini berjubel, bergelombang laksana riuhan angin berhembus meniti tepian-tepian samawi menuju tanah haram atau yang dikenal dengan sebutan tanah suci makkah, tanah dimana sang pembawa cahaya kebenaran yaitu, Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW. Sungguh ini merupakan panggilan ilahi bagi mereka yang mampu menunaikannya sebagai perwujudan rukun islam yang ke 5.

Haji, kini jamaah telah kembali kepangkuan pertiwi masing-masing dengan gagah penuh gembira bercampur haru, tangispun pecah disela-sela kepadatan ummat yang tengah menemui kerabatnya sesaat setelah jamaah haji tiba di negeri tercinta.

Didalam kehidupan ini, haji bukan lah hal yang baru apa lagi hal yang tabu, sebab haji merupakan kewajiban umat muslim yang mampu dan sanggup untuk menunaikannya. Mampu dalam ekonomi, fisik dan sebagainya, Sanggup dalam menjalani kehakikian haji itu sendiri untuk bisa di jalankan dalam kesehariannya setelah kembali di tengah-tengah masyarakat dan lingkungannya.

Predikat haji disandangkan ketika seseorang kembali dari Tanah Suci Makkah Almukarramah, ia pun dengan sendirinya mengimplementasikan nama dan predikat itu sendiri sehingga seseorang melekatkannya dengan panggilan bapak atau ibu haji, namun dibalik predikat dan nama itu semua akan lahirlah predikat baru yang sangat hakiki bagi setiap jiwa yaitu “Haji Mabrur”.

Mabrur artinya diterima, namun kata terima disini bukan manusia semata lah yang menerima, kata sandang Mabrur tersebut melainkan kehendak Allah SWT, atas perilaku diri sendiri yang mengarah pada sesuatu hal yang lebih baik, lebih posiitif dan lebih lembut dalam tiap bertingkah, berucap maupun bertutur, maka disinilah lahir Haji yang Mabrur”.

Dalam capaian haji mabrur ini ada banyak jalan dan cara kebaikan yang bisa dilakukan oleh setiap diri, namun yang perlu di ingat adalah tulus dan iklaskah kita dalam setiap kebaikan yang dijalani atau yang dilakukan..? Pastinya ketulusan dan ke ikhlasan ini adalah bagian privasi diri dengan sang kholik, tapi sudahlah, karna ini bagian privasi atau rahasia antara kita dengan sang pencipta, tentu ini tak perlu dipertanyakan lagi, yang pasti perbuatan yang baik dan positif itulah gambaran kehakikian Haji Mabrur sesungguhnya.

Tentunya banyak cerita dan pengalaman bahkan pengatahuan yang telah didapatkan oleh jamaah haji selama berada di Tanah Kelahiran sang Penyuluh Alam semesta (Nabi Muhammad SAW). Itu sebabnya berbagilah dengan sesamamu, para kerabatmu, serta hamba sahaya yang lainnya agar aroma arofahmu semakin menguat hingga kelak di masa yang akan datang.

Haji,.. selamat datang kembali di tanah tumpah darahmu, bersyukurlah lalu berbahagialah kalian karna telah bersama lagi dengan handaitaulan dan sanak family, berbagilah kabaikan dan pelajaran yang telah banyak kau dapati selama di Tanah Haram, agar kelak kami juga bisa mengamalkannya tatkala ada panggilan dari Robbul Izzati, semoga menjadi Haji yang Mabrur..Amien Yaa Robb Labbaikallahumma Labbaik, Labbaika Lasyarikalaka labbaik, Innal Hamda Wannikmata Lakawal Mulka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here