Perihal SDN Morbatoh 2 Banyuates yang Tidak Layak Ditempati, Begini Tanggapan Kadisdik Sampang

Perihal SDN Morbatoh 2 Banyuates yang Tidak Layak Ditempati, Begini Tanggapan Kadisdik Sampang
FOTO: Edi Subinto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang.

Perihal SDN Morbatoh 2 Banyuates yang Tidak Layak Ditempati, Begini Tanggapan Kadisdik Sampang

LIMADETIK.COM, SAMPANG – Berawal adanya berita yang beredar, terkait SDN Morbatoh 2, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, diketahui proses belajar mengajar dilakukan di lantai ruang perpustakaan.

Pasalnya, gedung atau sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar siswa, terpantau kondisi bangunannya sangat memprihatinkan atau sudah tidak layak untuk dipakai kegiatan belajar mengajar (KBM).

Dengan kondisi bangunan seperti itu, beberapa kali upaya perbaikan sudah di usulkan kepada pihak terkait, namun sejauh ini belum ada tanggapan.

Sebagaimana dijelaskan oleh Ibu Tini selaku Kepala Sekolah SDN Morbatoh 2, bahwa pihaknya sudah menyampaikan kondisi bangunan kepada dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Namun tidak ada respon.

Baca Juga :   Polisi Ringkus Alap Alap Curanmor 3 TKP Asal Taddan

“Sejak tahun 2017, kami sudah mengajukan perbaikan, namun hingga saat ini belum ada respon. Akhirnya para siswa terpaksa belajar di perpustakaan, meskipun kondisinya juga memprihatinkan,” kata Kepala Sekolah.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Edi Subinto menjelaskan terkait tingkat kerusakan Sekolah Dasar (SD), setiap kecamatan pasti ada, perihal kerusakan yang ada di SD Morbetoh 2 itu akan direncanakan tahun 2024.

“Tetap kami rencanakan pada tahun 2024 nanti, walau sebenarnya pada tahun sebelumnya kami sudah melakukan survei memastikan kondisi SD Morbatoh 2 itu. Kenyataannya kondisi bangunan tersebut termasuk katagori antara sedang dan berat,” kata Edi saat ditemui di ruangannya, Jum’at (12/5/2023).

Baca Juga :   Diduga Bangunan Makan Lahan Jalan, PAPEDA Bersama Aliansi Masyarakat Taddan Berencana Melaporkan Pemilik Rumah

Dengan demikian kata Edi, tetap ada perhatian terhadap kondisi bangunan tesebut, bukan berarti Dinas Pendidikan tutup mata cuma harus diperhatikan juga kondisi anggaran yang tersedia.

“Sebelumnya andalan kita pembangunan dari DAK karena memang DAU terbatas, dan DAK ini yang memutuskan dari pusat/Kementrian Pendidikan, bahwasanya sekolah mana yang menerima perbaikan. Dari kami sebatas mengusulkan,” jelasnya.

Selanjutnya, Dinas Pendidikan akan melakukan perencanaan dan mengusulkan ulang terkait kondisi bangunan SD Morbatoh 2, berharap tahun 2024 akan diperbaiki.

Baca Juga :   Plt Kacabdin Jawa Timur Wilayah Sumenep : Produk SMK Sumenep Layak Jual

“Doakan saja semoga tahun 2024, rencana yang kita anggarkan untuk SD Morbatoh 2 ini akan segera terwujud,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan