https://limadetik.com/

Kabar Baik bagi Masyarakat Sumenep, RSUD Moh. Anwar Siapkan Pelayanan Maksimal untuk Penyakit TBC

Penulis: WahyuEditor: Suwandi
  • Bagikan
Kabar Baik bagi Masyarakat Sumenep, RSUD Moh. Anwar Siapkan Pelayanan Maksimal untuk Penyakit TBC
FOTO: RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, nampak depan (arsip)

LIMADETIK.COM, SUMEMEP – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar saat ini siapkan pelayanan maksimal dan efisien bagi penderita Penyakit Tuberkulosis (TBC).

Penyakit TBC sendiri, merupakan penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis, dimana penyakit jenis ini bisa berakibat fatal bagi penderita.

https://limadetik.com/

Tentu hal ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah melalui RSUD dr.H.Moh. Anwar untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat Sumenep, Madura, Jawa Timur, bahkan, rumah sakit plat merah itu siapkan pelayanan yang mumpuni dan efisien untuk pengobatan TBC.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr Erliyati melalui Kasi Humas, Arman Endika Putra menjelaskan, jika pada awal Agustus 2022, Rumah Sakit milik daerah itu telah melakukan serah terima pasien khusus pasien TBC RO dari RSUD Waru Kabupaten Pamekasan.

“Nantinya, rumah sakit milik Pemkab Sumenep itu akan memisahkan antara pasien TBC yang Sensitif Obat (SO) dan Resisten Obat (RO)” katanya, Selasa (30/8/2022).

Arman menyebutkan, saat ini pelayanan dan fasilitas RSUD dr Moh Anwar Sumenep telah mumpuni, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien TBC. Selain pasien umum lainnya.

“Kita mendapatkan pasien dari rumah sakit waru pamekasan, khususnya penyakit TBC. Rumah sakit sudah memberikan pelayanan terbaik kepada pasien diagnosa TBC yang RO maupun SO,” terangnya.

Bahkan lanjut Arman, saat ini pasien pengidap penyakit TBC akan mendapatkan proses penyembuhan secara maksimal. Dimana penanganannya kata dia, ada perbedaan dalam proses penyembuhan bagi pasien TB-RO dan TB-SO.

“Provinsi Jawa Timur melihat jika kami (RSUD Moh. Anwar) dinilai mampu untuk melakukan tatalaksana, karena dilihat angka TBC di Sumenep lumayan tinggi,” ungkapnya.

Kata Arman melanjutkan, pasien TB-RO sistem pengobatannya memiliki durasi yang cukup lama. Sedangkan untuk pasien TB-SO juga memiliki sistem yang sebaliknya. Penyembuhan TB memakan waktu antara 4 sampai 6 bulan dan secara kontinyu mengkonsumsi obat setiap hari.

“Maka, apabila pihak pasien sekali saja tidak mengkonsumsi obat, tentu akan mulai dari awal lagi dan kemungkinan dia akan resisten dengan obat,” tuturnya.

Sementara Arman menyebutkan, dalam proses perawatan, antara pasien diagnosa TB-RO dan TB-SO harus terpisah, tidak boleh berada dalam satu kamar perawatan.

“Sebab sangat tinggi potensinya dan berbahaya terhadap yang SO dan jenis pengobatannya beda dengan obat TBC biasa atau dengan yang TBC RO,” tandasnya.

Dikatakan Arman, untuk sementara penyembuhan terhadap penyakit TB-RO diperlukan tempat khusus. Sebab sangat efektif penularannya jika berada di tempat yang tertutup. Sehingga penangananya pun sangat hati hati.

“Penderita penyakit TBC ini sangat diperlukan paparan matahari, dan itu harus sering dilakukan” demikian Arman menyebutkan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan