Museum Mpu Tantular Gelar Festival Hasil Karya Nenek Moyang

SIDOARJO, Limadetik.com — Untuk lebih memperkenalkan hasil karya nenek moyang, museum Mpu Tantular mengadakan festival Tantular dengan tema “Eksotika benda kriya dari zaman ke zaman”. Acara ini digelar mulai tanggal 20 – 23 September.

Kegiatan festival dibuka oleh Kepala Dinas pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto S, Kar. Didampingi kepala UPT Museum Mpu Tantular Drs. Edi Iriyanto MM. dan jajaran Muspida Sidoarjo.

Saat di wawancarai awak media, Sinarto S, Kar, mengatakan dengan adanya festival ini kita bangga dan kita menyadari banyak persoalan yang masih harus dilakukan oleh museum.

“Museum memiliki banyak koleksi dan koleksi ini harus di pahami oleh masyarakat sekarang bahwa peradaban itu ada di museum dan punya rasa kebanggaan yang rasional akan kebudayaan nenek moyang kita” kata Sinarto, Kamis (20/9/2018).

Ia juga menambahkan, produk- produk nenek moyang kita itu hebat dan tidak tertinggal, “Tidak perlu takut dengan bangsa lain. Cuma kita belum mampu mengedukasi kehebatan produk-produk nenek moyang kita” ucapnya.

Sementara itu, Kapten Puji W. yang mewakili Dandim Sidoarjo mengatakan, acara ini sangat bagus dan kalau bisa sering diadakan untuk menumbuhkan akan cinta budaya nenek moyang terutama untuk generasi milenial.

Hal senada disampaikan, LetKol Laut Khusus Suhendra kepala Museum AAL ikut festival Tantular menjelaskan, dengan ikut acara ini ingin menyampaikan kepada masyarakat umum bagaimana TNI AL berinteraksi dengan masyarakat mengenai pendidikan AAL yang dalam hal ini pembentukan karakter, sehingga Museum AAL melalui pendidikan karakter yang bernuansa kemaritiman atau bahari sehingga mengerti akan sejarah tentang Angkatan Laut.

Sementara itu Kepala UPT Museum Mpu Tantular Drs. Edi Iriyanto MM, mengatakan dengan tema tentang benda kriya, bagaimana benda kriya dari jaman ke jaman hubungannya kriya bagian dari etnografi, hasil dari daerah-daerah.

“Benda etnografi di museum terbanyak maka kami ingin mengekspos koleksi-koleksi etnografi yang bisa terbuat dari tanah, logam, kayu ataupun yang lainnya. Diharapkan koleksi-koleksi bisa memberikan inspirasi pada kriawan atau pengrajin untuk membuat karya-karya kriya yang baru” imbuhnya. (ST/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here