https://limadetik.com/

Seberapa Efektifkah Kartu Prakerja di Masa Pandemi?

  • Bagikan
IMG 20200822 WA0002 e1611296375667

Oleh : Dinda Ollivera

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurudsan Akuntansi)

https://limadetik.com/

Pandemi Covid 19 berdampak parah bagi para perkerja, pelaku UMKM dan perusahaan besar pun juga turut terdampak. Adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mengharuskan perkantoran, instansi pemerintah bahkan pertokoan maupun mall di tutup sementara waktu bahkan ada yang dibatasi jam operasionalnya selama masa PSBB.

Hal tersebut mengakibatkan banyak pelaku usaha bahkan perusahaan mengalami penurunan pendapatan
sehingga perusahaan merumahkan sebagian karyawan atau PHK (pemutusan hubungan kerja) untuk mengurangi beban operasional perusahaan tersebut, bahkan ada perusahaan yang melakukan pemutusan kontrak kerja sebelum berakhirnya masa kerja dan pemotongan gaji karyawan.

Berdasarkan data Kemnaker per 1 Mei, jumlah pekerja sektor formal yang telah dirumahkan akibat pandemi Covid-19 sebanyak 1.032.960 orang dan pekerja sektor formal yang di-PHK sebanyak 375.165 orang. Sedangkan pekerja sektor informal yang terdampak Covid-19 sebanyak 314.833 orang. Total pekerja sektor formal dan informal yang terdampak Covid-19 sebanyak 1.722.958 orang. Pemerintah membuka program Kartu Prakerja yang bertujuan
untuk mengurangi angka pengangguran yang ada di indonesia dan salah satu upaya mengatasi dampak ekonomi dari wabah virus corona (Covid 19).

Program kartu prakerja yang di luncurkan di tengah pandemi Covid 19 ini ditunjukkan tidak hanya untuk meningkatkan SDM masyarakat tetapi juga sebagai stimulus ekonomi dalam menghadapi pandemi covid 19
dan masyarakat yang menjadi korban PHK termasuk ke dalam kriteria penerima program kartu prakerja.

Berbagai kontroversi sempat mewarnai pelaksanaan kartu prakerja. Banyak pihak menilai bantuan yang diberikan melalui kartu prakerja tidak efisien dan beresiko menjadi pemborosan anggaran. Dikarenakan harga pelatihan online yang disediakan dinilai cukup mahal lantaran banyak pelatihan yang sama bisa ditemukan secara gratis di internet.

Dengan saldo kartu prakerja sebesar 1 juta perorang perserta bebas untuk membeli paket pelatihan di kartu
prakerja sesuai kebutuhannya. Tujuan pelatihan kartu prakerja untuk memberikan keterampilan yang bisa digunakan untuk kebutuhan dunia industri maupun berwirausaha, ada 38 pelatihan yang disediakan oleh mitra platfrom digital. Tokopedia, Skill Academy, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, SekolahMu, Kemnaker, dan Pijar merupakan mitra platform pelatihan yang ditawarkan kepada masyarakat. Misalkan pelatihan di Tokopedia terdapat kelas bahasa, kecantikan, fotografi, bisnis, marketing dan lainnya. Skill Academy terdapat kelas pengembangan diri, pemasaran, bisnis dan keuangan, teknologi dan software.

Mengikuti pelatihan menjadi syarat dan langkah awal perserta untuk mendapatkan insentif prakerja sebesar Rp.600.000,- perbulan selama 4 bulan dan insentif survey keberkerjaan sebesar Rp.150.000,- dan total bantuan untuk masing-masing peserta kartu prakerja yang sudah mengikuti pelatihan sebesar Rp.3.550.000,-.

Menurut penulis, penggunaan kartu prakerja dalam menurunkan angka pengangguran di Indonesia dinilai tidak efektif karena program pelatihan dapat di temukan di internet secara gratis. Hal ini menyebabkan pemborosan pengeluaran pemerintah. Karena yang dibutuhkan masyarakat terdampak covid 19 adalah bantuan tunai atau sembako untuk bertahan hidup di tengah kondisi masyarakat yang terdampak Covid-19.

Pelatihan dalam program kartu prakerja juga dinilai tidak efektif karena pelatihan berupa teori sedangkan yang dibutuhkan masyarakat seharusnya berupa pelatihan soft skill untuk meningkatkan keterampilan dalam bersaing di dunia kerja. Selain itu pemerintah juga tidak melakukan pengawasan kepada peserta program kartu prakerja dalam menggunakan bantuan insentif tersebut.

Hal itu tentunya dapat menjadikan program kartu prakerja berjalan tidak efektif jika salah digunakan oleh masyarakat. Harus ada mekanisme untuk mengukur efektivitas program kartu prakerja dalam mengurangi tingkat pengangguran di indonesia. Efektivitas suatu program tidak akan diketahui jika tidak ada pengawasan terhadap program kartu prakerja.

Untuk memastikan peserta mendapatkan keahlian pemerintah harus memastikan materi program pelatihan yang
dapat meningkatkan keterampilan pekerja dan produktivitas pekerja. Menentukan indikator yang bisa digunakan untuk mengukur efektivitas program pelatihan yaitu sejauh mana peserta mempelajari pelatihan yang di dapatkan dan hasil akhir penilaian.


catatan: seluruh isi artikel tanggungjawab penulis

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan