Klarifikasi Gp Sakera Terhadap RS Mitra Sehat Situbondo

Ketum Gp Sakera saat konfirmasi kepada Direktur RS Mitra Sehat Situbondo

SITUBONDO, Limadetik.com – Pelayanan yang dikeluhkan oleh pasien asal Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo,┬áKabupaten Situbondo, Setiowati (51), saat dirawat di Rumah Sakit Mitra Sehat, Desa Curah Jeru Barat, Situbondo masih menjadi polemik.

“Tidak tahu, tiba-tiba infus terlepas yang terpasang di tangan pasien (ibu mertuanya) dan juga oksigennya”, jelasnya.

Dia menambahkan, “Melihat kondisi tersebut, kami mencoba melaporkan ke tenaga medis disana, namun tidak ada satu orang pun yang mau menjelaskan hal tersebut. Akhirnya kami mempulangkan paksa pasien tanpa sepengetahuan dokter dan membayar Rp 950 ribu rupiah tanpa kejelasan serta tidak tahu rinciannya padahal BPJS kami membayar setiap bulannya”.

Rumah Sakit Mitra Sehat, Desa Curah Jeru Barat, Situbondo

Lebih jauh lagi, “Tidak berselang kemudian, pasien akhirnya dirawat lagi. Namun dirawat di RS Elizabet Situbondo. Tetapi BPJS kami tidak berlaku lantaran sudah diklaim di RS Mitra Sehat dan menunggu selama 1 bulan baru aktif kembali. Karena pasien saat dirawat di RS Mitra Sehat sudah dipulangkan paksa”, terangnya.

Menanggapi hal tersebut Ketum Gp Sakera (Gerakan Perlawanan Anti Korupsi, Edukasi, Resistensi dan Advokasi) Situbondo, Syaiful Bahri menanyakan kepada pihak RS Mitra Sehat, hal apa yang sebenarnya terjadi, “kami dari lembaga ingin mengklarifikasi apa yang menjadi pengaduan kepada kami. Kami tidak serta merta menyalahkan maupun menvonis pihak RS Mitra dan pihak pasien”.

Manager RS Mitra Sehat Situbondo, Romlah, mengatakan bahwa “Kalo untuk BPJS memang tidak akan berlaku dan menunggu selama 1 bulan baru aktif kembali karena pasien dipulangkan paksa”.

Terkait infus yang terlepas Manager RS Mitra Sehat, Romlah melalui Kepala Ruangan menjelaskan, “Ibu Setiowati memang pernah ngamar di As Salam Kelas I RS Mitra Sehat dan dirawat dengan dr. Setiawan”.

“Terkait infus yang terlepas itu karena jatuh, Ibu Setiowati juga menyatakan karena jatuh. Bukan kami yang melepas infus tersebut”, jelasnya.

“Kemudian putra pasien komplain kepada kami (kalau kami pihak RS Mitra Sehat membiarkan pasien karena infusnya lepas) dan saat mau menjelaskan terkait hal tersebut. Keluarga pasien akhirnya mempulangkan paksa hari itu juga”, ujarnya.

Selanjutnya, Direktur RS Mitra Sehat, Imam Hidayat menanyakan, “Kalau memang benar anda ingin mendampingi pasien yang mengeluhkan pelayanan kami. Surat Kuasa kepada anda seharusnya ada, baru kami bisa menjelaskan apa yang menjadi keluhan pasien”.

Sementara itu, Syaiful mengaku, “Sifat arogansi selaku Direktur RS Mitra Sehat terkait penerimaan kepada kita kurang baik. Pihaknya, kita selaku lembaga mendapat keluhan tersebut sudah menjadi dasar. Laporan yang ditujukan kepada lembaga kami walaupun berupa tulisan maupun lisan itu sama saja”.

“Pihak RS Mitra Sehat seharusnya welcome, justru penerimaan kepada kita seperti itu. Apalagi kepada pasiennya akan diperlakukan bagaimana nantinya?”, ujar Syaiful. (St1/swd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here