Pasar Tradisional di Sumenep Dicurigai Sarat Pungli

SUMENEP, Limadetik.com – Puluhan Mahasiswa Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) dan Lingkar Intelektual Mahasiswa (Lima) mendemo Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, Kamis (24/5/2018).

Pasalnya, mereka mencurigai sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Keris tersebut sarat dengan pungutan liar (Pungli). Satu diantaranya adalah di Pasar Anom Baru Sumenep.

“Pedagang dan pemilik kios jadi korban pungutan liar oknom yang tidak bertanggungjawab,” teriak salah satu orator, Sutrisno.

Berdasarkan temuan mahasiswa, terdapat indikasi pungli yang dilakukan petugas. Besaran retrebusi yang ditarik tidak sama dengan nominal yang tertera di karcis. Besaran retrebusi yang ditarik berfariasi, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 5.000.

“Padahal angka yang tertera di karcis hanya Rp 1.500. Ini jelas ada yang tidak beres dalam pengelolaan pasar di Sumenep. Ini tidak bisa dibiarkan dan harus ada tindakan tegas dari Disperindag,” tegasnya.

Tampak kedatangan mereka ditemui langsung Kepala UPT Pasar Anom Baru Sumenep, Abd Karim dan Kepala Disperindag, Syaiful Bahri. Syaiful mengatakan investigasi yang dilakukan mahasiswa perlu dilakukan klarifikasi.

“Apakah temuan mahasiswa ini benar atau tidak. Sehingga kami perlu juga melakukan investigasi. Apabila benar, maka akan ditindak dengan tegas,” kata Syaiful. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here