https://limadetik.com/

Audiensi Bersama Himpunan Lora Madura, Bupati Baddrut Tamam: Sejuk Rasanya 

  • Bagikan
IMG 20200902 WA0021 1 e1606906270617

PAMEKASAN, LimaDetik.Com – Bupati Pamekasan H.Baddrut Tamam terima Himpunan Lora se Madura (Hilma) untuk melakukan audiensi. Hilma di bawah pimpinan Lora Jakfar Sofiq itu diterima Bupati di ruang peringgitan dalam Rumah Dinas Bupati Pamekasan, Rabu (2/12/2020).

Saat menemui tamunya Badrut Tamam didampingi wakilnya, Raja’e dan Sekdakab Pamekasan Totok Hartono.

https://limadetik.com/

Ketua Hilma Lora Jakfar Sodiq mengatakan tujuan audiensi ini untuk mendukung Bupati Pamekasan agar tetap konsisten melaksanakan pembangunan di Pamekasan. Karena membangun adalah tugas wajib dan menjadi perintah tuhan.

“Dengan pembangunan, manusia akan bisa menjalankan ibadahnya dengan baik” kata Lora Jakfar Shoduq.

Usai Audiensi, kepada wartawan Lora Jakfar Sodiq menegaskan pembangunan yang dimaksud adalah pembangunan yang sifatnya umum untuk kesejahteraan masyarakat. Dia melihat selama ini ada pihak yang belum memahami tentang pentingnya pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat itu.

“Pembangunan itu adalah bagian dari perintah Allah SWT yang disampaikan dalam firmanNya. Jadi kalau pembangunan ini tersendat di Pamekasan di kota ini maka kemakmuran tidak akan terwujud, kalau kemakmuran tidak terwujud maka peningkatan pengamalan agama Islam akan terganggu. Jadi agama Islam itu bisa dijunjung tinggi atau dibela dengan kemakmuran di tengah tengah masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Lora Jakfar mengatakan pembangunan tetap harus diwujudkan meski ada sebagian kalangan memandang pembangunan sebagi ajang kemaksiatan. Lalu dia mencontohkan pro kontra tentang gedung bioskop Kota Cinema Mall (KCM) di Pamekasan. Karena itu Lora Jakfar Sodiq mengajak untuk melihat dari berbagai aspeknya.

“Kita harus melihat setiap dari berbagai aspek tidak lantas kita menuduh sebelum melihatnya secara keseluruhan. Misalnya KCM yang jadi polemik semakin meruncing di Pamekasan khususnya, kita harus memandang sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya apa sisi negatifnya apa, kita harus memandang setiap ciptaan Allah itu dengan seimbang dari sisi negatif dan positifnya. Sekarang apa yang dianggap negatif dari KCM itu“ tanyanya.

Jika melihat KCM itu menurut Lora Shodiq akan menjadi ajang melegalkan kemaksiatan, lantas sisi kemaksiatan itu dari mana? KCM itu kan hanya layar, sedangkan layar di tiap rumah dipastikan ada. Bahkan di tangan tangan kita tegasnya ada layar yakni HP android yang lebih canggih” tegasnya.

Kalau KCM itu haram, tambah lora Jakfar Shodiq berarti di rumah kita di tangan kita juga bisa jadi ajang maksiat. Hilma, kata Lora Jakfar, mendukung setiap pembangunan yang menunjang kemakmuran dan kesejahteraan. Pembangunan seperti itu perlu dikawal.

“Namun jika kemudian ditemukan ada kemaksiatan, maka perlu dilakukan amar makruf nahi munkar” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Bupati Badrut Tamam berterima kasih atas taushiyah dan bimbingan yang diberikan para lora yang tergabung dalam Hilma. Dia menilai sinergisitas dan saran dari kalangan ulama sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan pembangunan di Pamekasan.

“Sejuk rasanya hati ini, pikiran kami atas taushiyah dan bimbingan yang disampaikan oleh Himpunan Lora Madura. Kami merasa bahagia atas doa dan bimbingan ini, mudah mudahan komitmen pemerintahan terus bisa semakin baik, karena sukses tidaknya pembangunan diantaranya dukungan dari masyarakat utamanya para ulama atau lora ini,” katanya.

Bupati Badrut Tamam mengaku dalam audiensi itu saran utama yang disampaikan para lora antara lain mendorong pembangunan yang mensejahterakan masyarakat dengan berpondasikan kebudayaan dan ajaran agama. Yang kedua, meminta Pemkab memfasilitasi tempat rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Yang ketiga mendorong pelaksanaan pembangunan yang merata.

“Siang ini saya dan Pak Wabup senang dan bahagia atas doa dan bimbingan dari Hilma. Betapapun untuk membangun bukan hal yang mudah, betapa bukan hal yang mudah dengan dinamika yang ada kami tetap akan berkomitmen karena bagi kami jabatan hanya alat perjuangan dan pengabdian,” pungkasnya.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan