SAMPANG, limadetik.com — Meski baru dilantik sebagai anggota DPRD Sampang, Kantor DPRD Sampang sudah di demo dua organisasi mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Sampang. Kedatangan puluhan Mahasiswa ini menyampaikan petisi agar DPRD Sampang menolak kebijakan pemerintah menaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Kamis (5/9/2019).

Aksi unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan di depan kantor DPRD Sampang sempat diwarnai kericuhan, beberapa peserta aksi yang diamankan polisi yang memaksa masuk gedung DPRD Sampang untuk memaksa semua anggota dewan keluar, namun setelah peserta aksi dilepas aksi kembali berjalan damai.

Abd Rohman ketua PC PMII Sampang saat ditemui di lokasi aksi menyampaikan, kedatangan kami ke Kantor DPRD Sampang yang baru dilantik ini ingin menyampaikan aspirasi menolak rencana pemerintah untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan yang sangat tidak pro terhadap masyarakat kecil.

“Adapun tuntutan kami pada pemerintah pusat yang kami sampaikan melalui petisi penolakan yang juga ditandatangani anggota DPRD Sampang, diantaranya menolak kenaikan iuran BPJS dan harus disampaikan rekomendasinya pada DPR RI, DPR wajib melakukan pengawasan yang ketat untuk optimalisasi sistem pelayanan BPJS, dan yang terakhir Ketua DPRD Sampang dan seluruh fraksi ikut serta menandatangani petisi penolakan kenaikkan iuran BPJS” jelas Rohman.

Setelah beberapa fraksi anggota DPRD Sampang menandatangi petisi penolakan kenaikkan BPJS Kesehatan, akhirnya puluhan mahasiwa kembali membubarkan diri dengan tertib. (NOR/YT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here