UA-110482044-1, G-W7VVX1GT8W

Ormas Besar Minta Pilkada Ditunda, KPU Sumenep Sebut Belum Ada Interupsi

IMG 20200107 WA0048 1 e1611205339732
FOTO : Komisioner KPU Sumenep, Rafiqi Tamziel (@limadetik)

SUMENEP, limadetik.com – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Indonesia, yakni Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mendesak Pemerintah Indonesia agar menunda pelaksanaan Pilkada serentak 2020 akibat lonjakan Covid-19.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Rafiqi Tanzil menegaskan, bahwa tahapan Pilkada 2020 tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Hingga saat ini tahapan Pilkada di Sumenep tetap berjalan. Belum ada interupsi apapun dari KPU RI,” katanya, Selasa (22/9/2020).

Informasi yang diterima dari KPU RI, sambung Tanzil, hasil dengar pendapat antara KPU RI, Bawaslu, Mendagri dan Komisi II DPR RI, pelaksanaan Pilkada serentak tetap akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020. Hanya saja, pelaksana tetap harus memperhatikan protokol kesehatan dalam setiap tahapan.

Baca Juga :   Pemprov DKI Jakarta Harus Perhatikan Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat Bawah Pada PSBB Jilid II

“Informasi yang kami terima, pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 ini tetap dilangsungkan pada tanggal 9 Desember,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, sebagai pelaksana Pilkada di daerah tetap memperhatikan protokol kesehatan demi terhindar dari penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Kami di daerah dari jajaran di KPU hingga jajaran paling bawah, tetap memperhatikan protokol kesehatan di setiap tahapan,” imbuhnya.

Baca Juga :   SKK Migas - Kangean Energy Indonesia Sumbang 48 Ekor Hewan Qurban di Kabupaten Sumenep

Terdapat dua Paslon bupati dan wakil bupati yang telah mendaftar ke KPU. Mereka adalah Fattah Jasin – KH. Ali Fikri dan Achmad Fauzi – Nyai Hj. Dwi Khalifah. (Hoki/yd)

Tinggalkan Balasan