https://limadetik.com/

Raih Keberkahan dengan Investasi Amal Kebaikan

  • Bagikan

Jumat, 3 Juli 2020

Oleh : Subliyanto

https://limadetik.com/

Berkah secara definitif multi interpretasi oleh kalangan para ahli. Namun secara umum berkah disimpulkan dengan definisi “ziadatul khair”, yaitu bertambahnya nilai-nilai kebaikan dalam segala aspek kehidupan manusia. Media dan ladang sebagai wasilah keberkahan sangat beragam. Yang inti dari semuanya adalah pusat-pusat syiar kebaikan. Maka disitulah ada keberkahan, disitulah akan muncul kebaikan-kebaikan lainnya. Pusat kebaikan secara Tersirat mengandung unsur magnetik yang akan menarik benda-benda magnetik lainnya. Maka semakin besar pusat kebaikan, harusnya semakin besar pula daya magnetiknya dalam berbagi nilai-nilai kebaikan yang dimilikinya. Demikian rumus alamiyahnya.

Maka memperbanyak ladang kebaikan merupakan sebuah kegiatan yang penuh dengan keberkahan. Dan nilai sebuah keberkahan tidak bisa kita ukur dengan matematika, akan tetapi hanya bisa dirasakan oleh manusia-manusia yang beriman dan bertakwa, karena itu adalah bagian nikmat yang Allah berikan. Nikmat yang Allah berikan ada yang ditampakkan ada pula yang tidak ditampakkan. Hal tersebut merupakan skenario Rabbani dalam menuntun manusia untuk terus bersyukur dan terus memperbanyak amal kebaikan. Namun sebagai manusia biasa, tidak sedikit yang hanya terpaku pada nikmat yang tampak saja. Maka nikmat manakah yang engkau lupakan ?.

Ladang kebaikan merupakan media lahirnya kebaikan-kebaikan disekitarnya. Dan sudah tentu menjadi rumus baku dalam konsep Rasuli bahwa barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka baginya pahala seperti orang yang mengerjakannya. Maka bagi manusia beriman akan terus senang menanam dan menghidupkan ladang-ladang kebaikan. Karena ia sadar bahwa konsep Rasuli selalu benar. Mau tampak ataupun tidak efeknya ia tidak akan peduli. Yang ia dambakan hanyalah tabungan amal yang semuanya kelak akan ditampakkan.

Ilustrasi mudahnya misalkan kita berkunjung ke sebuah pusat kebaikan, katakanlah sebuah pondok pesantren yang di dalamnya terdapat ratusan bahkan ribuan santri yang sedang belajar menuntut ilmu. Maka kita akan melihat dan merasakan aura kesejukan dan keberkahannya. Baik yang tampak maupun tidak. Jangankan di dalam area pondok, kalau kita amati dan renungi hatta tetangga pondokpun akan tampak kejepretan keberkahan ladang kebaikan bernama pondok sebagai majlis ilmu, baik secara sosial, ekonomi, dan aspek lainnya. Itulah salah satu bukti bahwa di setiap ladang kebaikan ada keberkahan.

Ilustrasi di atas baru satu sampel ladang kebaikan di bidang majlis ilmu berupa pondok pesantren atau lembaga pendidikan, belum lagi bidang-bidang lainnya dalam sosial kehidupan manusia. Maka berlomba-lomba dalam kebaikan apapun bentuk dan model, serta bidangnya, sejatinya harus menjadi prinsip manusia dalam menjalani kehidupan sebagai implementasi pengamalan dari ajaran Islam yang sudah termaktub dalam firman-Nya, “Fastabiqul khairat”. Tentu semuanya juga jangan sampai dilupakan bahwa asas utamanya karena iman dan takwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Maka sekecil apapun kebaikan yang bisa kita lakukan jangan pernah disepelekan apalagi diabaikan, karena dibalik kebaikan yang kita lakukan terdapat keberkahan luar biasa yang akan kita rasakan, baik diri kita sendiri maupun orang lain.

Semoga catatan singkat ini bermanfaat dan menjadi motivasi bagi kita semua, sehingga pusat-pusat ladang kebaikan dengan bingkai yang beragam terus bermunculan, sehingga dengan sendirinya kemungkaran secara perlahan akan ditinggalkan.

“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”. (QS. al-Ashr :1-3).

Wallahu a’lam (*)

Penulis adalah pemerhati sosial dan pendidikan asal Kadur Pamekasan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan