https://limadetik.com/

Bismillah, LWP NU Tangsel Luncurkan Program Unggulan

  • Bagikan
Bismillah, LWP NU Tangsel Luncurkan Program Unggulan

JAKARTA, LimaDetik.Com – Pengurus Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) NU Tangerang Selatan masa khidmat 2021-2025 luncurkan program unggulan. Tiga program unggulan tersebut masuk dalam program kerja yang disusun LWP Tangsel, di Serua Green Village, pada Sabtu, (27/02/2021).

Ketua LWP NU Tangerang Selatan, Abdul Aziz mengatakan, LWP memiliki tiga program unggulan yang menjadi prioritas program kerja kepengurusan, yakni pertama,  gerakan wakaf untuk pengadaan gedung Aswaja PCNU Tangsel, kedua, gerakan wakaf tunai produktif yang akan digunakan untuk pengembangan ekonomi produktif, dan ketiga pembenahan administrasi untuk menyelamatkan aset-aset wakaf NU yang ada di Tangerang Selatan.

https://limadetik.com/

Program ini akan dilaksanakan misalnya dalam bentuk penguatan peran nadzir dan penyediaan layanan konsultasi dan advokasi seputar persoalan wakaf dan pertanahan yang banyak terjadi di lapangan.

Tiga program unggulan tersebut merupakan respon terhadap berbagai persoalan seputar perwakafan di lapangan. Sebagaimana disampaikan Ketua Pembina LWP NU Tangsel, Prof. Dr. Asep Saepuddin Jahar dalam arahannya, banyak persoalan seputar wakaf di lapangan yang perlu menjadi sasaran kerja kepengurusan LWP NU Tangsel mulai dari persoalan banyaknya aset wakaf yang tidur dan tidak produktif sampai pada persoalan lemahnya peran nadzir. 

“LWP NU Tangsel perlu melakukan ikhtiar untuk menyelesaikan beberapa persoalan seputar wakaf di lapangan mulai dari bagaimana mengaktivasi aset-aset wakaf yang selama ini tertidur sampai pada bagaimana melakukan penguatan literasi wakaf terhadap nadzir, agar nadzir dapat menjalankan perannya secara efektif,” ujar Prof  Asep Saepudin Jahar.

Senada dengan arahan Prof Asep, Gus Yunus Hasyim selaku Pembina LWP NU Tangsel juga memberikan catatan tentang tiga mendasar persoalan wakaf di lapangan yang perlu digarap oleh LWP NU Tangsel. Pertama, lemahnya peran nadzir baik karena persoalan usia maupun karena persoalan literasi wakaf yang dimiliki, seperti pemahaman tentang regulasi wakaf. Kedua, persoalan yang kerap terjadi di lapangan adalah multi konflik, di sinilah pentingnya peran LWP NU untuk menjadi jembatan bagi penyelesaian persoalan tersebut. 

Ketiga, persoalan nadzir tidak bias langsung diintervensi oleh Kementerian Agama, karena nadzir merupakan unsur masyarakat, sehingga bagaimana LWP NU Tangsel dapat membangun kemitraan strategis dengan Kementerian Agama untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.

(sin/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan