oleh

Berpengalaman, Fattah Jasin Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Jelang Debat Publik

SUMENEP, LimaDetik.Com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Jawa Timur akan kembali menggelar debat publik tahap kedua dengan tema “Memajukan dan Menyelesaikan Persoalan Daerah di Tengah Pandemi Covid-19” pada Senin malam (23/11/2020).

Dalam debat yang disiarkan langsung salah satu stasiun televisi swasta, dua pasang calon (Paslon), yakni Paslon 01 Achmad Fauzi- Dwi Khalifah dan Paslon nomor urut 02 Fattah Jasin – KH. Muhamad Ali Fikri akan beradu gagasan sesuai tema yang ditentukan.

Fattah Jasin mengaku tidak ada persiapan khusus menjelang debat publik. Dia bukan tanpa alasan tidak melakukan persiapan khusus. Pasalnya, selama 34 tahun pria asli Sumenep itu berpengalaman sebagai pegawai di Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Tidak ada persiapan khusus, karena kami selaku birokrat selama ini yang dilalukan tidak jauh-jauh amat dari topik yang nanti malam akan diperdebatkan,” kata Fattah Jasin.

Sebelum maju sebagai Cabup Sumenep dengan tujuan membawa perubahan, pria yang karib disapa Gus Acing menjabat beberapa posisi Strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Di antaranya, Kepala Biro Administrasi Perekonomian Pemprov Jatim, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Jatim dan Kepala Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemrov Jatim.

Pada 2018 lalu, pria berkumis tersebut pernah sebagai Penjabat Bupati Pamekasan. Kemudian dipercaya oleh Gubernur Jatim sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub).

Saat menjabat Kadishub, dia telah berbuat khususnya untuk masyarakat kepulauan Sumenep. Salah satunya pengadaan kapal motor tujuan Kalianget-Malasembu, Masalembu-Surabaya dan sebaliknya. Kapal tersebut berangkat setiap dua hari sekali. Sedangkan sebelum Gus Acing menganggarkan pembelian kapal, kapal yang ada hanya berangkat setiap 15 hari sekali.

Sedangkan soal debat kandidat di mana satu segmen menggunakan Bahasa Madura, meskipun lama tinggal di Surabaya, Gus Acing tetap siap. Sebab, bapak dan ibunya asli Sumenep. Bahkan dari jalur Ibu, Fattah keturunan Raja Sumenep.

“Siap. Bapak dan ibu saya asli Sumenep. Saya lahir di Sumenep. Jadi saya siap menggunakan Bahasa Madura. Kami lancar menggunakan Bahasa Madura. Meskipun Bahasa Madura ini banyak “grade” (tingkatan). Insya Allah mohon doanya,” harapnya.

(hoki/yd)

Komentar

Berita Terkini