Sidang Kasus Narkoba Anak Bupati di Malam Hari,Wartawan Malah di Usir Hakim Ada Apa.?

ilustrasi foto

Limadetik.com,Medan – Hal yang tak seharusnya terjadi saat seorang penegak hukum tidak mau membangun komunikasi dengan baik bersama para wartawan/jurnalis yang merupakan partner dalam informasi.

Pengusiran wartwan oleh seorang oknum hakim di Pengadilan Negeri Medan merupakan sebuah bentuk penolakan keterbukaan dan kejujuran dalam penegakan hukum di tubuh penegak keadilan itu sendiri hal ini lah yang terjadi di Pengadilan Negeri Medan pada saat sidang kasus narkoba seorang putra bupati.

Sidang kasus penyalahgunaan narkotika dengan terdakwa OK Muhammad Kurnia Aryetta alias Koko (30), anak kandung Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen di Pengadilan Negeri Medan digelar Kamis (3/8/2017) dan memang terkesan tertutup.

Saat sidang akan dimulai, kedua pintu ruang sidang Kartika ditutup. Salah satu hakim Jamaludin sempat mengusir wartawan yang hendak meliput.

“Siapa yang kasih masuk wartawan? Kan sudah ditutup tadi pintunya. Keluar kalian, mengganggu sidang saja,” kata Joni sambil mengetuk palu tanda sidang diskors.

Persidangan kemudian dilanjutkan, namun hanya sekitar tiga menit. Jaksa Penuntut Umum Tetty yang dikonfirmasi saat keluar dari ruang sidang langsung menghindar.

“Kan sudah dibacakan tadi, konfirmasi ke atasan sajalah,” ketusnya sambil berjalan cepat.

Terdakwa juga kembali mengamuk ketika melihat wartawan meliput persidangannya. Dia melontarkan kata-kata kasar kepada wartawan.

Hakim Joni yang dikonfirmasi usai persidangan membantah telah mengusir wartawan. Dia bilang, persidangan terbuka untuk umum, tetapi tidak boleh mengambil foto dari pintu samping.

“Ambil foto itu dari pintu belakang,” ucapnya dengan nada tinggi.

Ditanya alasan dirinya mengambil palu, Joni bilang karena hakim ketua tidak melihatnya.

“Saya ambil karena hakim ketua tidak melihatnya,” ucap Joni sambil mengatakan tidak ada perlakuan istimewa kepada terdakwa.

Dari persidangan tersebut diketahui terdakwa dituntut 41 bulan penjara karena dianggap melanggar Pasal 127 Ayat 1 huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kamis mendatang, agenda persidangan adalah mendengarkan pembelaannya.

Pada persidangan sebelumnya diketahui, terdakwa ditangkap aparat Polsek Sunggal pada 14 Februari 2017 ketika melintas di Jalan Ringroad tepatnya simpang Jalan Setiabudi Medan.

Saat diringkus, dia tengah mengendarai mobil Suzuki Swift hitam BK 1017 VV. Dari penggeledahan, polisi menemukan barang bukti sabu seharga Rp 150.000 yang disimpan di dalam tas sandangnya.

Terdakwa didakwa melanggar Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) Huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. [yd]

 

sumber :tribun

LEAVE A REPLY