Polisi Kantongi Identitas 2 Pelaku Bom Bunuh Diri di Kampung Melayu

Limadetik.com,Jakarta – Sejak kejadian ledakan bom buuh diri di kampung melayu jakarta timur rabu (24/5) kemarin hingga saat ini pihak kepolisian terus menelusuri aktor utama dari pelaku peledakan tersebut.

Kini Polisi sudah kantongi identitas dua terduga pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu. Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan menyampaikan itu saat menjenguk korban ledakan bom di RS Polri, Kramat Jati, Kamis (25/5).

Kapolda menyebut inisial dua terduga pelaku yakni AS dan I (INS). Polisi sudah menggeledah rumah salah satu terduga pelaku yakni INS di Bandung. “Kita juga sudah tahu nama perorangan, bisa menjelaskan secara resmi. Inisial nama sudah ada, AS tapi DNA-nya belum dicek, jangan sampai ada kekeliruan. Termasuk pelaku satu lagi juga berinisial I,” ungkap Iriawan.

Namun polisi masih memerlukan data akurat berupa pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas dua terduga korban. Sehingga polisi tidak ingin buru-buru membeberkan data dan identitas pelaku. “iya, supaya nanti kita tidak salah dan dua-duanya laki-laki,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Kabag Penum Divisi Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul tidak ingin menyimpulkan INS sebagai pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu. “INS ini patut diduga,” kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Penggeledahan di rumah INS dilakukan untuk mencari petunjuk dan barang bukti. “Kita ingin mencari petunjuk di lokasi tersebut dengan barang bukti di situ. Apakah ini berhubungan dengan peristiwa di kampung melayu,” tutur Martinus.

Dari jenis serpihan bom dan konten bom yang dirakit memiliki kesamaan dengan kelompok Jamah Anshor Daulah di Bandung yang sempat meledakkan bom panci. Berbagai materialnya pun hampir sama dengan aksi teror bom dari ISIS yang ada di Indonesia.

“Pola dan modusnya sama ke kepolisian. Modusnya menyerang anggota Polri. Patut diduga mereka adalah ISIS,” kata Martinus.
Dia menambahkan dari lokasi peledakan bom bunuh diri sudah bisa dilihat aktor di balik serangan tersebut.

Namun untuk terkait pelaku yang tewas dibutuhkan penjelasan yang khusus.”Tapi penyelidikan kita. Kita kan punya data siapa saja yang melakukan aksi. Siapa kelompok inti, siapa kelompok pendukung, siapa saja simpatisan. Itu kan kita punya data,” terangnya.(ARN/Yud)

LEAVE A REPLY