Mantan TKI Sumenep Perlu Pendampingan Khusus

ilustrasi

SUMENEP, Limadetik.com – Ratusan warga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur  banyak yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencari pekerjaan di luar negeri. Hanya saja, banyak yang tidak berangkat melalui jalur legal.

Akibatnya, banyak TKI dipulangkan paksa dari negeri orang. Mayoritas TKI yang dideportasi berasal dari Malaysia. Hampir tiap bulan, ada TKI yang dideportasi dari Malaysia.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Jubriyanto meminta pemerintah untuk melakukan pendampingan secara khusus terhadap mantan TKI. Supaya mereka tidak lagi menginginkan untuk kembali lagi ke luar negeri.

“Supaya mereka tidak kembali menjadi korban, diperlukan adanya pendampingan atau pelatihan kewirausahaan. Sehingga mantan TKI tidak lagi berniat untuk mengais rezeki di negeri orang lain,” katanya, Kamis (14/9/2017).

Menurutnya, saatnya Pemkab menciptakan trobosan baru khususnya bagi mantan TKI. Salah satunya dengan cara memberikan pendampingan dan pelatihan kewirausahaan.

“Pelatihan kerja itu bisa dilakukan dengan cara pemerintah daerah menggandeng lembaga swasta, atau dicover oleh Dinas Tenaga Kerja dan transmigrasi (Disnakertrans) setempat melalui program pembinaan mantan TKI setiap tahun. Dengan syarat profesionalitas tetap harus dijunjung tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Sumenep, Mohammad Fadillah membenarkan banyaknya TKI asal Sumenep yang dideportasi setiap tahun. Rata-rata mereka berasal dari daerah Kepulauan, sedangkan dari wilayah daratan jumlahnya sangat sedikit. Kebanyakan mereka dideportasi dari Malaysia.

“Setiap bulan pasti ada TKI ilegal dari Sumenep yang dideportasi, jumlahnya tidak pernah kurang dari 10 orang, kadang juga lebih,” katanya.

Salah satu faktor banyaknya TKI menggunakan jalur ilegal, karena disamping minat TKI yang besar, persyaratan untuk berangkat legal juga agak susah. Selain itu, mereka juga tidak memiliki kompetensi.

“Karena dari segi SDM sudah tidak memenuhi, akhirnya mereka berangkat melalui calo. Kemudian mereka baru sadar kalau jalannya salah ketika sudah kena tangkap dan didepotrasi,” tukasnya. (hoki/rud)

Leave a Reply