BANGKA BELITUNG, limadetik.com — Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) turut berpartisipasi aktif dalam Jambore Nasional Relawan Penanggulangan Bencana yang berlangsung selama tiga hari, pada puncak Peringatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2019 di Provinsi Bangka Belitung.

Acara yang digelar oleh Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2019 tersebut, dihadiri 277 perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia.

Pada kesempatan itu, LPBI NU mengirimkan 1 (satu) kontingen yang berjumlah 10 orang, bahkan melibatkan relawan-relawan cilik dengan rentang usia antara 8-11 tahun.

Hal tersebut disampaikan oleh Seketaris LPBINU Yayah Ruchyati ketika memimpin langsung kontingen LPBINU di Resort Pelangai Tanjung Tinggi Beach, Bangka Belitung, Sabtu, (12/10/2019).

“Dengan melibatkan relawan cilik atau anak-anak diharapkan semakin banyak yang teredukasi dalam pengurangan risiko bencana sejak dini. Sehingga, edukasi terkait kebencanaan tersebut dapat mengurangi risiko korban jiwa, terutama anak-anak yang termasuk golongan rentan,” ujar Yayah.

Selain itu menurut Yayah, terpilihnya Provinsi Bangka Belitung sebagai lokasi puncak peringatan Bulan PRB merupakan sebuah provinsi di pulau Sumatera yang akhir-akihir ini semakin sering terdampak bencana khususnya banjir. Selain itu, juga sebagai kampanye PRB se-Sumatera yang berbasis ekosistem dan investasi.

Yayah mengatakan, bahwa puncak peringatan Bulan PRB yang setiap tahun berpindah tempat pelaksanaannya, hal tersebut bermaksud agar seluruh komponen masyarakat di daerah tersebut dapat meningkat kesadarannya terkait PRB.

“Kesadaran masyarakat terhadap PRB tentu ditandai dengan semakin meningkatnya upaya pengurangan risiko bencana di daerah tersebut tidak hanya dari sisi kuantitas tetapi juga kualitasnya,” ungkap Yayah. (RED/NU Online)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here